Serangan phishing terus berkembang dan kini tidak hanya mengandalkan lampiran berbahaya atau tautan palsu. Salah satu ancaman yang paling merugikan perusahaan adalah Business Email Compromise (BEC), yaitu serangan yang menyamar sebagai eksekutif, vendor, atau mitra bisnis untuk meminta transfer dana, membocorkan informasi sensitif, atau melakukan tindakan tertentu.
Google Workspace telah menyediakan perlindungan bawaan terhadap spam dan phishing. Namun, organisasi yang membutuhkan kontrol lebih ketat dapat memanfaatkan Advanced Content Compliance di Google Workspace Admin Console untuk membuat aturan keamanan email yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan konfigurasi yang tepat, administrator dapat menyaring email mencurigakan sebelum mencapai kotak masuk pengguna.
Mengapa Business Email Compromise Berbahaya?
Berbeda dengan phishing tradisional, BEC biasanya tidak mengandung malware sehingga lebih sulit dikenali.
Beberapa contoh serangan yang sering terjadi antara lain:
- Email menggunakan nama CEO tetapi berasal dari alamat email publik.
- Vendor palsu meminta perubahan rekening pembayaran.
- Permintaan transfer dana yang mengatasnamakan direktur perusahaan.
- Email yang meminta pengiriman dokumen rahasia tanpa proses verifikasi.
Karena isi email terlihat meyakinkan, banyak pengguna tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi target rekayasa sosial.
Gunakan Advanced Content Compliance
Advanced Content Compliance memungkinkan administrator membuat aturan pemrosesan email berdasarkan berbagai parameter.
Aturan dapat dibuat menggunakan:
- Alamat atau domain pengirim.
- Header email.
- Subject tertentu.
- Lampiran.
- Kata kunci.
- Regular Expressions (RegEx).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, administrator dapat menentukan tindakan yang akan dilakukan, seperti memberikan peringatan, mengarantina email, mengubah header pesan, atau menolak email sebelum diterima pengguna.
Buat Aturan untuk Mendeteksi Spoofing
Salah satu penggunaan yang paling umum adalah mendeteksi email yang menggunakan nama tampilan (display name) pimpinan perusahaan.
Sebagai contoh, administrator dapat membuat aturan yang:
- Mendeteksi nama CEO, CFO, atau direktur pada display name.
- Memastikan domain pengirim berasal dari domain resmi perusahaan.
- Memberikan banner peringatan jika email berasal dari luar organisasi.
- Mengarantina email yang memenuhi kriteria tertentu.
- Menolak email yang melanggar kebijakan keamanan perusahaan.
Pendekatan ini membantu mengurangi risiko pengguna mempercayai email palsu yang tampak berasal dari pimpinan organisasi.
Lengkapi dengan Perlindungan Gmail
Advanced Content Compliance sebaiknya digunakan bersama fitur keamanan Google Workspace lainnya agar perlindungan menjadi lebih optimal.
Beberapa konfigurasi yang direkomendasikan meliputi:
- Mengaktifkan SPF, DKIM, dan DMARC.
- Menggunakan Gmail Safety untuk mendeteksi phishing dan malware.
- Mengaktifkan verifikasi dua langkah (2-Step Verification).
- Membatasi akses administrator menggunakan kebijakan keamanan tambahan.
- Memantau laporan keamanan melalui Google Workspace Admin Console.
Pendekatan berlapis membantu mengurangi risiko apabila salah satu mekanisme keamanan berhasil dilewati penyerang.
Tinjau Aturan Secara Berkala
Ancaman email terus berubah sehingga aturan keamanan juga perlu dievaluasi secara berkala.
Beberapa praktik yang dapat diterapkan antara lain:
- Meninjau email yang dikarantina untuk memastikan aturan berjalan dengan baik.
- Memperbarui daftar nama eksekutif yang digunakan dalam aturan.
- Menambahkan pola baru berdasarkan insiden keamanan terbaru.
- Melakukan simulasi phishing untuk menguji efektivitas kebijakan.
- Mendokumentasikan setiap perubahan sebagai bagian dari tata kelola keamanan informasi.
Evaluasi rutin membantu menjaga keseimbangan antara keamanan dan kelancaran komunikasi bisnis.
Kesimpulan
Advanced Content Compliance memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap ancaman phishing dan Business Email Compromise (BEC) di Google Workspace. Dengan membuat aturan yang mampu mendeteksi spoofing, memfilter email mencurigakan, serta mengarantina pesan berisiko tinggi, organisasi dapat mengurangi peluang serangan sebelum email mencapai pengguna.
Jika dipadukan dengan autentikasi email, kebijakan keamanan yang baik, serta edukasi pengguna, fitur ini dapat membantu perusahaan membangun sistem keamanan email yang lebih kuat dan andal.
Ingin meningkatkan keamanan Gmail perusahaan dari ancaman phishing dan Business Email Compromise? Tim AquaOrange siap membantu mengonfigurasi Advanced Content Compliance, menyusun kebijakan keamanan email, serta mengoptimalkan Google Workspace agar komunikasi bisnis tetap aman dan terlindungi.

