Perjalanan bisnis membuat eksekutif dan profesional perlu tetap mengakses email, dokumen, kalender, dan aplikasi kerja dari berbagai lokasi. Masalahnya, perangkat yang biasanya digunakan di kantor kini harus terhubung melalui jaringan hotel, bandara, kafe, atau jaringan seluler ketika berada di luar negeri.

Perubahan lingkungan kerja tersebut meningkatkan kebutuhan akan kontrol keamanan yang konsisten. Perangkat dapat hilang atau dicuri, pengguna dapat terhubung ke jaringan yang tidak dikenal, dan metode autentikasi yang bergantung pada nomor telepon dapat menjadi kurang praktis ketika pengguna berpindah negara.

Karena itu, keamanan Google Workspace selama perjalanan dinas sebaiknya tidak hanya mengandalkan jaringan yang digunakan. Perusahaan perlu menggabungkan autentikasi yang kuat, pengelolaan perangkat, kontrol akses, serta kebiasaan kerja yang aman.

Google Workspace menyediakan sejumlah kemampuan yang dapat membantu perusahaan menerapkan pendekatan tersebut. Namun, ketersediaan dan tingkat kontrolnya dapat berbeda berdasarkan edition, jenis perangkat, serta konfigurasi administrator.

 

Memahami Risiko Saat Menggunakan Google Workspace di Luar Kantor

Ketika bekerja di luar kantor, pengguna tidak lagi berada dalam lingkungan jaringan internal perusahaan. Wi-Fi publik dapat menjadi salah satu risiko, terutama jika pengguna tidak dapat memastikan siapa yang mengoperasikan jaringan tersebut.

Salah satu ancaman yang sering dibahas adalah Evil Twin, yaitu jaringan Wi-Fi yang dibuat menyerupai jaringan yang sah untuk mendorong pengguna terhubung ke jaringan yang salah. Risiko lainnya termasuk phishing, perangkat yang tidak diperbarui, pencurian perangkat, dan orang lain yang dapat melihat informasi pada layar di ruang publik.

Namun, menggunakan Wi-Fi publik tidak berarti kredensial Google Workspace akan otomatis terlihat oleh pihak lain. Layanan Google menggunakan koneksi terenkripsi, sementara perlindungan akun juga bergantung pada autentikasi dan konfigurasi keamanan yang diterapkan organisasi.

Risiko yang perlu diperhatikan justru lebih luas: bagaimana pengguna melakukan autentikasi, apakah perangkat memenuhi persyaratan keamanan perusahaan, dan apa yang terjadi jika perangkat tersebut hilang atau dicuri.

 

Menggunakan Context-Aware Access untuk Mengontrol Akses

Context-Aware Access dapat digunakan organisasi untuk membuat kebijakan akses berdasarkan konteks pengguna dan perangkat. Dalam konfigurasi yang mendukungnya, administrator dapat menggunakan berbagai kondisi seperti identitas pengguna, lokasi jaringan, perangkat, dan tingkat keamanan perangkat untuk menentukan apakah akses ke aplikasi tertentu diizinkan.

Pendekatan ini berguna ketika perusahaan ingin menerapkan kebijakan yang berbeda berdasarkan kondisi akses. Misalnya, organisasi dapat meminta perangkat memenuhi persyaratan tertentu sebelum pengguna diperbolehkan mengakses aplikasi atau data perusahaan.

Namun, Context-Aware Access bukan sekadar tombol “blokir semua akses dari luar negeri”. Kebijakan perlu dirancang berdasarkan risiko dan kebutuhan bisnis. Jika terlalu ketat, pengguna yang sedang melakukan perjalanan dapat mengalami gangguan akses meskipun mereka memang sedang bekerja secara resmi.

Karena itu, perjalanan dinas sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan kebijakan akses, bukan dianggap sebagai aktivitas mencurigakan secara otomatis.

 

Memperkuat Akun dengan 2-Step Verification dan Security Key

Untuk akun yang memiliki akses ke informasi sensitif, 2-Step Verification (2SV) memberikan lapisan keamanan tambahan di luar password.

Security key merupakan salah satu metode second factor yang dapat digunakan untuk melindungi akun Google. Google juga merekomendasikan security key sebagai salah satu metode yang sangat kuat untuk 2SV.

Security key juga memiliki keuntungan saat bepergian karena tidak bergantung pada SMS. Pengguna tetap perlu menjaga security key tersebut seperti perangkat penting lainnya dan sebaiknya memiliki metode pemulihan yang sesuai dengan kebijakan organisasi.

Untuk akun yang menggunakan Advanced Protection, Google mewajibkan metode login yang lebih kuat seperti passkey atau security key dan menerapkan pembatasan tambahan terhadap akses aplikasi pihak ketiga. Program ini ditujukan terutama untuk akun yang menghadapi risiko serangan online yang lebih tinggi.

Namun, Advanced Protection juga memiliki konsekuensi kompatibilitas. Beberapa aplikasi atau layanan pihak ketiga yang membutuhkan akses ke data sensitif dapat dibatasi. Karena itu, perusahaan perlu menguji aplikasi yang digunakan eksekutif sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara luas.

 

Mengelola Perangkat Eksekutif dengan Google Endpoint Management

Keamanan akun tidak cukup jika perangkat yang digunakan untuk mengaksesnya tidak dikelola dengan baik.

Google Workspace menyediakan kemampuan endpoint management yang memungkinkan administrator menerapkan kebijakan keamanan pada perangkat yang digunakan untuk mengakses data perusahaan. Tergantung jenis enrollment dan platform perangkat, administrator dapat menerapkan persyaratan seperti screen lock, enkripsi, serta kebijakan aplikasi.

Untuk perangkat Android pribadi, misalnya, Work Profile dapat memisahkan aplikasi dan data kerja dari data pribadi. Ini memungkinkan organisasi mengelola lingkungan kerja tanpa harus memperlakukan seluruh perangkat pribadi sebagai perangkat perusahaan.

Dalam kondisi tertentu, administrator juga dapat menghapus data kerja dari perangkat yang hilang atau dicuri. Kemampuan tersebut bergantung pada cara perangkat didaftarkan dan jenis pengelolaan yang diterapkan.

Jadi, jangan menganggap “Endpoint Management = remote wipe semua perangkat”. Kontrol yang tersedia bergantung pada platform dan mode management yang digunakan.

 

Persiapan Sebelum Perjalanan Dinas

Sebelum eksekutif berangkat, tim IT sebaiknya memastikan akun dan perangkat sudah memenuhi kebijakan keamanan perusahaan.

Pastikan 2SV sudah aktif dan metode autentikasi yang digunakan tetap dapat diakses selama perjalanan. Jika menggunakan security key, membawa kunci cadangan dapat membantu ketika kunci utama hilang atau rusak. Untuk akun yang tidak menggunakan Advanced Protection, backup codes juga dapat menjadi salah satu metode pemulihan jika pengguna tidak dapat menggunakan metode autentikasi utama.

Perangkat juga sebaiknya sudah menggunakan sistem operasi dan browser versi terbaru. Jika perangkat dikelola perusahaan, pastikan kebijakan seperti screen lock, encryption, dan device compliance sudah diterapkan sesuai kebutuhan.

Untuk perangkat Android pribadi, perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan Work Profile agar aplikasi dan data kerja tetap terpisah dari lingkungan personal.

Selain aspek teknis, eksekutif juga perlu mengetahui prosedur jika perangkat hilang, security key hilang, atau akun menunjukkan aktivitas yang tidak dikenali.

 

Menggunakan Wi-Fi Publik dengan Lebih Aman

Wi-Fi publik tidak selalu berbahaya, tetapi pengguna sebaiknya memperlakukannya sebagai jaringan yang tidak sepenuhnya dipercaya.

Jika perusahaan menyediakan VPN, pengguna dapat menggunakannya sesuai kebijakan organisasi ketika terhubung ke jaringan publik. VPN dapat menjadi lapisan tambahan untuk melindungi lalu lintas antara perangkat dan infrastruktur perusahaan, tetapi VPN bukan pengganti 2SV, endpoint management, atau kontrol akses.

Pengguna juga sebaiknya berhati-hati terhadap jaringan Wi-Fi dengan nama yang mencurigakan atau meminta proses login yang tidak biasa. Jangan memasukkan password Google Workspace ke halaman login yang muncul dari tautan atau pop-up yang tidak dapat diverifikasi.

Untuk pekerjaan yang sangat sensitif, menggunakan koneksi seluler pribadi atau hotspot perangkat dapat menjadi alternatif ketika jaringan publik tidak dapat dipercaya.

 

Mengurangi Ketergantungan pada SMS Saat Roaming

Perjalanan internasional dapat membuat SMS menjadi metode autentikasi yang kurang praktis. Nomor telepon mungkin mengalami masalah roaming, kehilangan sinyal, atau tidak dapat menerima SMS pada kondisi tertentu.

Karena itu, organisasi sebaiknya tidak menjadikan SMS sebagai satu-satunya metode 2SV bagi pengguna yang sering bepergian.

Security key, passkey, Google prompts, atau Google Authenticator dapat menjadi alternatif sesuai kebijakan keamanan dan konfigurasi akun. Google juga menyediakan backup codes untuk akun yang memenuhi syarat dan telah mengaktifkan 2SV.

Namun, perubahan SIM atau lokasi tidak seharusnya diperlakukan sebagai bukti bahwa akun telah disusupi. Jika organisasi ingin membatasi akses berdasarkan lokasi atau kondisi jaringan, kebijakan tersebut perlu dirancang secara eksplisit melalui kontrol yang tersedia.

 

Tetap Produktif Tanpa Mengabaikan Keamanan

Keamanan perjalanan tidak seharusnya membuat pekerjaan menjadi tidak praktis.

Salah satu cara mengurangi ketergantungan pada koneksi publik adalah menyiapkan dokumen atau informasi yang memang diperlukan untuk pekerjaan offline sebelum keberangkatan. Namun, pengguna tetap perlu memahami bahwa versi offline harus dikelola dengan hati-hati karena data tersebut tetap berada pada perangkat.

Pengguna juga sebaiknya menerapkan kebiasaan sederhana seperti mengunci layar ketika meninggalkan perangkat, menghindari membuka informasi sensitif di tempat yang mudah dilihat orang lain, dan tidak menggunakan komputer publik untuk mengakses akun perusahaan.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan penyusunan atau pemahaman informasi, Gemini di Google Workspace dapat membantu pengguna merangkum atau bekerja dengan informasi yang memang sudah dapat mereka akses. Ini dapat membantu produktivitas selama perjalanan tanpa harus memindahkan data perusahaan ke layanan AI pihak ketiga yang tidak disetujui organisasi.

 

Prosedur Jika Perangkat Hilang atau Dicuri

Perangkat yang hilang ketika perjalanan merupakan insiden keamanan, bukan sekadar masalah perangkat keras.

Pengguna harus segera melaporkan kehilangan kepada tim IT agar administrator dapat mengambil tindakan sesuai kebijakan organisasi. Pada perangkat yang dikelola, administrator dapat memiliki opsi untuk mengunci perangkat atau menghapus data kerja, tergantung jenis enrollment dan konfigurasi management yang digunakan.

Tim IT juga perlu meninjau sesi atau aktivitas akun jika terdapat indikasi akses yang tidak sah. Jika security key hilang, pengguna harus mengikuti prosedur organisasi untuk mencabut atau mengganti metode autentikasi tersebut.

Google sendiri menyediakan beberapa opsi pemulihan ketika security key hilang, tetapi opsi yang tersedia berbeda tergantung apakah akun menggunakan Advanced Protection atau tidak. Untuk akun yang menggunakan Advanced Protection, misalnya, backup security key menjadi sangat penting.

 

Contoh Skenario Perjalanan Eksekutif

Perjalanan ke Konferensi Internasional

Seorang eksekutif perlu mengakses Google Drive dan Gmail selama menghadiri konferensi di luar negeri. Sebelum keberangkatan, perusahaan memastikan laptop sudah memenuhi kebijakan keamanan perangkat dan akun telah menggunakan 2SV dengan security key.

Ketika berada di venue, eksekutif dapat menggunakan jaringan yang disediakan perusahaan atau koneksi seluler sesuai kebijakan IT. Jika organisasi menggunakan Context-Aware Access, kebijakan tersebut dapat digunakan untuk menentukan kondisi perangkat atau jaringan yang diperbolehkan mengakses layanan tertentu.

Dengan pendekatan ini, keamanan tidak bergantung hanya pada apakah eksekutif berada di kantor atau di luar negeri.

 

Perjalanan ke Beberapa Negara

Seorang direktur melakukan perjalanan ke beberapa negara dalam satu minggu dan menggunakan SIM lokal di setiap negara.

Perubahan negara dan koneksi seluler tidak otomatis berarti akun harus diblokir. Sebaliknya, perusahaan dapat menyiapkan metode autentikasi yang tidak bergantung pada SMS dan memastikan perangkat tetap memenuhi kebijakan keamanan.

Jika diperlukan pembatasan berdasarkan lokasi atau kondisi jaringan, administrator dapat menggunakan kontrol akses yang sesuai dan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan resmi agar kebijakan tidak mengganggu aktivitas bisnis yang sah.

 

Membangun Strategi Keamanan untuk Eksekutif yang Sering Bepergian

Keamanan perjalanan sebaiknya menjadi bagian dari kebijakan keamanan Google Workspace secara keseluruhan.

Untuk akun berisiko tinggi, organisasi dapat mempertimbangkan Advanced Protection. Untuk perangkat, endpoint management dapat membantu menerapkan persyaratan keamanan dan menangani perangkat yang hilang. Untuk akses, Context-Aware Access dapat digunakan pada konfigurasi yang mendukungnya untuk menerapkan kebijakan berdasarkan konteks.

Ketiga pendekatan tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Tidak ada satu fitur yang dapat menggantikan seluruh kontrol keamanan lainnya.

Yang juga penting adalah membuat prosedur yang mudah dipahami oleh pengguna. Eksekutif tidak seharusnya harus mengingat puluhan aturan teknis hanya untuk membuka Gmail di hotel. Tim IT perlu menentukan kebijakan yang tepat, mengujinya sebelum perjalanan, dan menyediakan prosedur sederhana ketika terjadi masalah.

 

Kesimpulan

Menggunakan Google Workspace selama perjalanan internasional membutuhkan lebih dari sekadar menghindari Wi-Fi publik. Keamanan yang baik menggabungkan autentikasi yang kuat, pengelolaan perangkat, kontrol akses, dan kebiasaan kerja yang aman.

Security key atau passkey dapat mengurangi ketergantungan pada SMS, endpoint management membantu perusahaan menjaga perangkat yang digunakan untuk bekerja, sementara Context-Aware Access dapat memberikan kontrol tambahan berdasarkan kondisi akses yang dikonfigurasi organisasi. Untuk akun dengan risiko serangan yang tinggi, Advanced Protection dapat memberikan perlindungan akun yang lebih kuat dengan konsekuensi tertentu terhadap akses aplikasi pihak ketiga.

Yang terpenting, seluruh kontrol tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan konfigurasi Google Workspace yang digunakan. Perjalanan dinas tidak harus menjadi pengecualian dari kebijakan keamanan perusahaan, justru harus menjadi salah satu skenario yang diperhitungkan ketika kebijakan tersebut dirancang.

AquaOrange Indonesia dapat membantu perusahaan mengevaluasi konfigurasi keamanan Google Workspace, merancang kebijakan akses untuk pengguna yang sering bepergian, mengelola endpoint, serta menyiapkan strategi keamanan yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan risiko organisasi.

more similar articles